Showing posts with label Pemograman. Show all posts
Showing posts with label Pemograman. Show all posts

Pengertian Operasi Logika dan Aritmatika

Apa itu Operasi Logika & Operasi Aritmatika


 -  Menggunakan operator logika dan operasi aritmatika pada algoritma & bahasa pemograman dasar.

1.) Operasi Aritmatika
    Adalah operasi yang melibatkan beberapa operator aritmatika. operasi ini dapat dilakukan pada data bertipe numerik, baik bilangan real maupun bilangan bulat.

Misal : (+), (-), (x), (:), untuk memproses 2 buah nilai/lebih.

➞ Contoh proses " operasi aritmatika " :

- X + Y, Menjumlahkan x dan y
- X . Y, Mengalikan x dan y
- X - Y, mengurangkan x dan y
- X / %, Membagikan x dan y, misal : 10/2 = 5.
- X % Y, Mendapatkan hasil bagi X dan Y, misal : 10/5=0, karena 10/5=2 & tidak terdapat sisa. (10/7) = 1, sisa 3.

2.) Operator Matematika 
    Adalah operator  yang digunakan untuk memproses operasi matematika.

➤ Mengenal berbagai jenis operator aritmatika & logika dalam algoritma dan bahasa pemograman


3.) Operasi Logika 
    Adalah proses yang melibatkan beberapa operator logika. operasi ini dilakukan hanya pada data yang bertipe boolean, yaitu True and False.

Misal AND, OR, NOR, XOR & Menghasilkan True and False. ( Algoritma dan pemograman dasar ).

- A and B ( A & B ), akan menghasilkan salah jika kondisi bernilai FALSE. agar kondisi bernilai besar, A & B harus bernilai benar.

- A or B ( AIIB), jika A/B menghaislkan benar, maka TRUE dan sebaliknya. untuk menghasilkan kondisi benar, maka harus ada kondisi yang benar A ataupun B.

- Cara kerja Operasi aritmatika dan Logika dalam program :

   Operasi aritmatika cara kerjanya tidak jauh berbeda dengan proses aritmatika yang terdapat pada pelajaran matematika.

➞ Contoh kasus :

1.) 2 buah bilangan bulat diinput oleh pengguna, bilangan tersebut dikalikan, jika hasil kali kedua bilangan tersebut MOD 2=0, maka output yang harus dicetak ( Bilangan genap ). jika MOD 2=1, maka itu ( Bilangan ganjil ).

Program : ↓

Program ganjil_bulat
deklarasi
var x : integer
       y : integer
 hasil : integer

Algoritma :
     read (x,y)
if ( hasil MOD 2 == 0) then
write ( 'bilangan bulat' )
else
write ( 'bilangan ganjil' )

- Algoritma diatas akan menghasilkan output berupa tulisan ("bil.bulat / bil.ganjil"), → output jika hasil perkalian ganjil dan jika hasil perkalian bil.bulat → Outputnya ( bil.bulat ).

4.) Operator Logika
    Adalah Operator yang digunakan untuk melakukan operasi logika yaitu operator yang menghasilkan nilai False & True.




- Contoh :




5.) Operator Pembanding / Relasi 
     Adalah operator yang merupakan bagian dari operator logika yang digunakan untuk membandingkan 2 buah nilai / operand.

Contoh :
- > ( Lebih Besar )
- < ( Lebih Kecil )
- >= ( Lebih besar sama dengan )
- < > ( Tidak sama dengan )
- ! = ( Tidak sama dengan )
- == ( Apakah sama dengan )
: = ( Sama dengan )

Digunakan untuk flow control IF Then Else untuk mendapatkan hasil ( kondisi ) sesuai yang digunakan.

➝ Operator Logika & Pembanding ( Flow Control ) berkolaborasi untuk mendapatkan hasil yang sangat sesusai dengan kondisi tertentu..

5. Operator Penugasan ( Assigment Operator )
    Adalah Operator yang menggunakan tanda sama dengan ( = ) untuk mengisi sebuah nilai dalam suatu variabel.

Contoh " Assigment Operator" :

- += ( contoh ) : x+=10, artinya : Jumlah nilai yang terdapat didalam variabel x = 10.
- = ( contoh ) : x = y
- * = ( contoh ) : x* = 10 / x=x.10, artinya : x dikalikan dengan 10.
- / =
- % =

6.) Operasi Himpunan 
    Ada tiga jenis operator pada operasi himpunan ( Set ) seperti yang disajikan pada tabel berikut.

- Operator Set :



Ketentuan hasil pengoperasian himpunan adalah sebagai berikut :

- Akan menghasilkan nilai ordinal ( pada operasi himpunan A + B ) jika ada di A + B.
- Akan menghasilkan nilai ordinal C operasi himpunan A - B apabila set C hanya terdapat diset A bukan diB. 
- Akan menghasilkan nilai ordinal C pada operasi A*B jika C terdapat pada A dan B.

Keterangan :

- String = ( A, B, C, D, "Huruf")
- Integer = ( 1, 2, 3, 4, "Angka")
- Operator : Simbol khusus yang melakukan operasi
- Operand : Data yang memperoleh perlakuan operasi
- Filed :  Kumpulan dari beberapa rikut.

Seperti itu pembahasan mengenai penjelasan dari pengertian Operasi Logika dan AritmatikaJika kalian ( Pembaca ) ada yang kurang paham / mempunyai pendapat yang berbeda dalam mengenai pemahaman dari , Silahkan masukkan komentar dibawah ini mengenai pengertian diatas. "Hatur Nuhun".

Tipe Data Dalam Bahasa Pemograman Pascal

Macam - macam jenis tipe data dalam Pemograman Pascal beserta penjelasannya

 - Apa itu tipe data ? pernah denger si waktu pas sekolah kelas 1 SMK, dulu pernah belajar dan membahas ini didalam mata pelajaran " Pemograman Dasar ", Sempet lupa dan gagal paham dalam mempelajari dari pengertian ini, kalau begitu yuk kita bahas dan kita pahami diartikel ini :)

Didalam ilmu pemograman komputer, ada sebuah kata yakni, "Tipe Data". Jadi maksud dari pengertian tipe data itu ialah klarisifikasi data yang mengenalkan compiller ( penerjemah ) bagaimana seorang programmer bermaksud untuk menggunakan data. Dari sebagian besar bahasa pemograman mendukung berbagai macam Tipe Data Dalam Bahasa Pemograman Pascal , seperti yang kita tampilkan pada artikel dibawah ini :

A. Tipe data
Jenis sebuah objek sangat menetukan range nilai yang dapat dioperasikan terhadap suatu objek tersebut. Dalam kompile freepascal, terdapat dua jenis penggunaan tipe data, yaitu :

➤ Tipe data yang sudah terintergrasi atau built-in dalam compiler yang artinya tipedata tersebut tidak memerlukan pendeklarasian terlebih dahulu sebelum menggunakannya.

➤ Tipe data yang harus dideklarasikan terlebih dahulu sebelum memanggilnya dalam badan program utama atau disebut user defined type.


➝ Kode yang dibuat dalam freepascal dapat diintegrasikan dengan bahasa assembler dan diterjemahkan deplhi.

* Tampilan pendeklasian tipe data.

Var identifier : ( identifier_1,identifier_2,identifier_n );

* Contoh :

Var x : integer;;

B. Basic type atau tipe dasar 

➤ 1. Ordinal types 

      Karakteristik utama tipe ordinal adalah dukungan terhdapa penggunaan data yang memiliki data bernilai kecil dan bernilai besar. Selain itu, tipe ini data melakukan pengoperasian beberapa fungsi pascal seperti : Succ, High, Ord, Dec, Pred, Low, dan Inc.

A. INTEGER ATAU BILANGAN BULAT

    Tipe data ini tidak mengandung nilai pecahan atau desimal, seperti : Bilangan 77, 4.
Tipe data integer termasuk kategori tipe data smallint, Sedangkan  tipe data cardinal lebih senderung sebagai jenis tipe data longward. Dalam compiler freepascal, ada 10 tipe data jenis integer ( Bilangan Bulat ).

Tipe Data integer :



Operasi aritmatika pada tipe data integer :



Contoh : 

Mendeklarasikan tipe data integer ( Bilangan Bulat )

Program tipe data_integer;
uses crt;
var
      x,y :byte;
begin
      clrscr;
   x:10;
   y:x*5;
   writeln ('nilai y:',y)
End

 B. TIPE DATA BOOLEAN

    Tipe data boolean merupakan salah satu tipe data dengan hanya dua kemungkinan yaitu " False (0) atau True (1). Compiler freepascal mendukung type Bytebool, wordbool, dan Longbool. karena masih merupakan tipe ordinal, nilainya dapat diketahui urutannya dengan menggunakan fungsi ord. operasi logika yang dapat terjadi pada tipe ini adalah NOT, AND, OR.

Contoh : 

Mendeklarasikan tipe data boolean

Program crh_booelan;
uses crt;
var
     x:boolean;
     a:byte;
begin
     clrscr;
     a:=0;
     if a>100 then x:=true
     else x:=false;
     writeln ('nilai',a,' >100 ternyata ',x);
     writeln ('nilai  adalah ',ord(x));
End,


C. ENUMERATED TYPE

    Tipe data enumerasi menggambarkan nilai data secara berurutan dari deretan elemen menjadi sebuah daftar identifier menggunakan penomoran indeks elemen mulai dari 0,1, dan seterusnya.

- Bentuk format penulisan enumerated type dengan deklarasi var adalah sebagai berikut.

Contoh : 

Mendeklarasikan tipe data enumerated type  dengan variabel.

Program cth_enum;
uses crt;
var mobil : ( jazz, xenia, avanza )
begin
        clrscr;
        mobil :=xenia;
writeln ('nomor indeks mobil=',ord(mobil));
writeln ('nilai dengan fungsi pred=',pred(mobil));
writeln ('nilai dengan fungsi succ=',succ(mobil));
readln ();
End.

Adapun bentuk penulisan dengan metode type adalah sebagai berikut

Var identifier : ( identifier_1,identifier_2,identifier_n );

Contoh :

Type mobil = ( jazz, xenia, avanza );


D. SUBRANGE TYPE 

    Tipe ini mendefinisikan daftar elemen dari nilai terkecil hingga paling besar. format penulisan dengan tipe dataaa subrange adalah sebagai berikut.

Type identifier = nilai 1.. nilai 2;

Contoh :

Type nilai = 'a'..'z';

Nilai 1 dan nilai 2 adalah nilai dengan tipe ordinal yang sama dna dioperasikan dnegan fungsi ORD, PRED, dan SUCC. yang masih mengacu pada tipe enumerasi asalnya.

Contoh :

Mendeklarasikan type subrange langsung dengan variabel.

Program cth_subrange;
uses crt;
var
x:'a'..'e';
begin
         clrscr;
         x:='d';
         writeln ('nilai x dengan fungsi ord =',ord(x));
         writeln ('nilai x dengan fungsi pred =',pred(x));
         readln();
End.
         
➤ 2. Real type
    Tipe real mendukung penulisan bilangan pecahan atau penulisan angka dibelakang digit yang disebut Floating Point. ada enam jenis tipe dalam free pascal yang disajikan pada tabel berikut.

Tipe data real :



Contoh :

Program perkalian dengan tipe data real

Program Tipe_Real;
uses crt;
var
      x:real;
begin
      x:=1100.55;
      writeln ('nilai pada variabel x adalah =',x/6/2),
end.

Operasi yang dapat dilakukan pada tipe data real adalah ( +, -, *, /, OR, AND, NOR )


C. Character Type

1. Char

      Tipe data char membutuhkan 1 byte memori untuk melakukan penyimpanan karakter ASCII ( Huruf alfabet " a, z, A, Z ", Angka numerik " 0,9 ", tanda baca, operator aritmatika, dan simbol - simbol khusus ). untuk melakukan assigment terhadap variabel bertipe char, kita harus melampirkan tanda kutip tunggal, misalnya : 'a' atau 'A' atau dengan menambahkan simbol # diikuti kode a\ASII. karena masih termasuk tipe Ordinal, Char dapat dioperasikan dengan menggunakan fungsi ord ( untuk mengetahui urutannya ), fungsi succ, fungsi pred, prosedur inc, prosedur dec, dan fungsi CHR ( mengubah suatu bilangan bulat menjadi karakter yang sesuai dengan ASII ).

Contoh : 

Mendeklarasikan tipe data char

Program cth_char;
uses crt;
var x, y, z :char;
begin
         clrscr;
         x := 'A';
         y :=chr (100);
         z :=#70;
Writeln ('nilai x = ',x);
Writeln ('nilai y = ',y);
Writeln ('nilai z = ',z);

2. Widechar

      Freepascal mendukung tipe data widechar yang membutuhkan 2 byte memori untuk menampung satu karakter UNICODE dalam UTF-16 encoding. Sebuah karakter unicode dapat ditentukan oleh nilai karakter ( kode UTF-16 ) dengan mendahului nilai ordinal dengan simbol (#).

Contoh :

Const
          C3 : widechar = #$03A8;
          C4 : widechar = #$03A9;
atau
const
          C3 : widechar = widechar ($03A8);
          C4 : widechar = widechar ($03A9);

3. Other character

      Freepascal mendukung pemakaian beberapa jenis karakter lain diunit sistem operasi seperti : UCS2char, U

4. String

      Tipe data string memiliki jumlah maksimal karakter sepanjang 255 karakter. berikut ini format penulisan string. 

Type
identifier=string [panjang];

     Jika ada spesifikasi panjang ukuran karakter dalam deklarasi string, banyaknya karakter tergantung nilai yang ditentukan. berikut ini contoh penulisan pendeklarasian dalam bentuk type, char, maupun const.

Contoh :

Mendeklarasikan tipe data string

Program cth_string;
uses crt;
type
       kalimat =string[100];
var  
       x=kalimat;
       y=string [10];
const tahap= String (7) = 'contoh';
          baris= String (2) = '#13#10';
          benar= String (5) = 'yes';
          salah= String (5) = 'no';
begin
         clrscr;
         x:='ini adalah string';
         y:='dengan pascal;'
         writeln (x);
         writeln (y);
         writeln (tahap);
         writeln (baris);
         writeln (benar);
         writeln (salah);
end.
         
     Perintah length digunakan untuk mencari panjang dari string dengan output dalam bentuk integer. untuk menentukan urutan karakter dalam string, kita dapat membandingkannya, sebagai contoh 'AC' lebih besar dari 'B' dengan notasi 'AC' > 'B' menghasilkan nilai logika TRUE. string kosong ( panjangnya 0 ) adalah string yang mempunyai urutan terendah.

➤ 5. Shortstring

     ➝ Jika pilihan off (dimatikan) dengan simbol {$H-}, string akan bernilai shortstring.

     ➝ Jika pilihan on (dihidupkan) dengan simbol {$H+}, dan diberikan panjang tertentu, deklarasi tersebut adalah shortstring dengan format :

Shortstring = string [255];


6. Ansistrings

     Tipe antistrings merupakan referensi pascal yang digunakan oleh delphi dengan panjang karakter tanpa batas. setelah dikompilasi, anistrings dianggap sebagai sbuah tipe data pointer. apabila nilai string kosongs ' ', pointer merujuk pada NIL. namun, jika terdapat nilai data string, pointer merujuk kesebuah alamat heap memory. format penulisannya adalah sebagai berikut.

Type
identifier=ansistring;

➤ 7. Pchar

     Pchar merupakan tipe data pemograman deplhi yang didukung freepascal seperti sebuah variabel berjenis pointer yang merujuk keelemen array bertipe char yang diakhiri dengan karakter U (#0). Format pendeklarasian Pchar adalah sebagai berikut.

Type
identifier=pchar;

Contoh :

Mendeklarasikan tipe data pchar

Program cth_pchar;
uses crt;
const
         x : pchar='deklarasi pchar dengan konstanta';
var
         y : pchar;
         z : pchar;
         kata : string [30];
begin
         clrscr;
         y :='String menggunakan tipe data pchar';
         kata :='Belajar tipe data pchar'#0;
         z :=@kata[1];
         writeln (x);
         writeln (y);
         writeln (z);
         readln ();
end.

D. Structured Type

       Tipe terstruktur adalah tipe data yang memiliki satu atau lebih nilai data.

- Berikut adalah tipe data terstruktur

➤ 1. Array

      Tipe array merupakan sebuah tipe data yang dapat menyimpan satu atau lebih nilai data bertipe sama, baik satu dimensi atau multidimensi dengan mengacu indeks untuk setiap elemennya.

- Format penulisannya :

Type
Identifier= array [indeks_1, indeks_2..indeks_n] of
type data;

- Contoh

     Mendeklarasikan tipe data array

Program tarik 1;
uses crt;
type newlarik = array [1.100] of
integer; {nama tipe}
var a : new larik; {A=array newlarik}
begin
         clrscr;
         a [1]:=102;
         write ('nilai array A indeks ke1=',a (1));
         readln;
End.

2. Record

     Record adalah salah satu pemodelan tipe data bentuk baru yang mengandung lebih dari satu variabel dengan berbagai tipe data. bedanya model array dan record adalah bahwa setiap elemen array ditandai dengan indeks. tetapi setiap record  ditandai nama variabel anggotanya.

- Format deklarasinya adalah sebagai berikut.

Type anam_record=record
field1 : tipe_data1
field2 : tipe_data2
field3 : tipe_data3
....
field_n : tipe_data_n
End;

- Contoh :

Mendeklarasikan tipe data record.

Program cth_record;
uses crt;
type siswa=record
        nis : string [20]
        nama : string [30]
        umur : integer ;
     end;
var x : siswa;
begin
         clrscr;
         text color (14);
         write ('nis siswa:');read1n (x.nis);
         write ('nama siswa:');read1n (x.nama);
         write ('umur siswa:');read1n (x.umur);
         write ('===biodata siswa===');
         clrscr;
         writeln ('nis siswa adalah', x.nis);
         writeln ('nama siswa adalah', x.nama);
         writeln ('umur siswa adalah', x.umur);
         readln;
End.

➤ 3. Set

     Tipe data set terdiri dari beberapa nilai data bertipe ordinal yang secara otomatis akan berturut dari paling kecil hingga yang paling besar. Dalam set type tidak akan terdapat duplikasi data atau data kembar.

- Format penulisannya adalah sebagai berikut.

Indentifier = set of ordinal_type;

- Contoh :

Mendeklarasikan tipedata set type.

Program set_type;
uses crt;
typecth = set of 1..250;
varset1, set2 : cth;
              hasil 1 : boolean;
begin
         Clrscr;
         set 1 : [1,2,3,4];
         set 2 : [2,3,4,5,6];
         hasil1:
         write11:
         writeln(hasil 11);
         readln();
end.

➤ 4. File

     File merupakan sekumpulan elemen dengan tipe data tertentu.

- Format penulisannya adalah sebagai berikut.

Type FileType Name = File of type

Dengan file typename merupakan sebuah identifier yang bertipe tetap.

- Contoh : 

Mendeklarasikan tipe data file type

Program cth_file_type;
uses crt;
type siswa=record
         nis:string[20];
         nama:string[30];
         umur:integer;
       end;
       murid=file of siswa;
var x :murid;
begin
end.

E. Pointer dan Procedural type
     Pointer merupakan variabel yang mengandung alamat sebuah memory bukan sebuah nilai data. Format penulisan :

Type pointer type name =^type

 Sementara itu, tipe berjenis prosedural memiliki notasi penulisan dalam program berikut.

Type typoc = penulisan ( var x : integer );
         tyfun c = function :real;
var proc : typroc;
func : typroc;

- Contoh :

Mendeklarasikan tipe data pointer.

Program point_1
uses crt;
var
x,y : integer;
z :^integer;
begin
         clrscr;
         x:=100;
         z:=@x;
         y:=z^;
  writeln ('nilai x=',x);
  writeln ('nilai y=',y);
  readln();
End.

F. Variabel
     Variabel merupakan wadah sementara nilai dengan tipe data tertentu pada sebuah alamat memory. Ketika mendapatkan nilai ke variabel, compiler free pascal menghasilkan kode mesin sebagai tanda lokasi variabel disimpan pada memori. Notasi penulisan variabel adalah sebagai berikut.

Var variable_name:type_data;

➤ Syarat pemberian nama identifier adalah sebagai berikut.

1. Harus diawali dengan karakter huruf atau underscore (_)
2. Karakter kedua boleh menggunakan simbol atau angka, tetapi tidak boleh spasi.
3. Panjang identifier maksimal hanya 63 karakter karena karakter berikutnya tidak dianggap sebagai bagian dari karakter.
4. Tidak boleh terdapat duplikasi identifier
5. Identifier tidak boleh menggunakan daftar reserved word yang tersedia pada pascal.

➤ Ada 2 jenis variabel yang dapat dideskripsikan dalam pascal, yaitu :

1. Variabel global adalah variabel yang dideklarasikan diunit atau program, tetapi tidak dikenali dan tidak dipergunakan dalam prosedur fungsi. variabel ini disimpan pada alamat memori secara tetap selama proses program berjalan.

2. Variabel lokal  adalah dideklarasikan didalam prosedur atau fungsi. nilainya disimpan pada program stacks, yaitu tidak dilokasi tetap.

- Berikut ini daftar pendeklarasian variabel yang benar.

Jari_jari
ibukota
_kanan_ke2
result_x

- contoh deklarasi variabel.

Uses crt;
var
      var 1 : integer;
      var 2 : integer;cvar;
      var 3 : integer;cvar;external;
      var 4 : integer;external name'var 3';
      var 5 : integer;external'libc'name'var9';
      var 6 : integer absolute var1;
      var 7 : integer;cvar;export;
      var 8 : integer;cvar;public;
      var 9 : integer;integer;export name'me';
      var 10 : integer;public name 'ma';
      var 11 : integer=1;
begin
end.

➤ Keterangan :

- Bentuk pertama ( var 1 ) mendefinisikan variabel biasa

- Bentuk kedua ( var 2 ) merupakan variabel biasa dengan menetapkan identifier dalam baahsa assembler sama dengan nama variabel ( Var 2 )

- Bentuk ketiga ( var 3 ) merupakan variabel eksternal yang berarti kompiler akan menganggap memori terletak ditempat lain

- Bentuk keempat ( var 4 ) hampir sama dengan bentuk ketiga yang merupakan bentuk variabel yang disimpan secara eksternal sekaligus menetukan lokasi identifier assembler

- Bentuk kelima ( var 5) merupakan varian bentuk keempat yang menyertakan library memory cadangan

- Bentuk keenam ( var 6) merupakan varian tersimpan pada lokasi memori yang sama dengan variabel ( var 1 )
- Bentuk ketujuh ( var 7 ) menyatakan varian dan identifier assembler merujuk file objek lainnya
- Bentuk kedelapan ( var 8 ) merupakan varian mirip dengan bentuk ( var 7 ), dimana 'pulic' adalah alias untuk 'eksport'
- Bentuk kesembilan ( var 9 ) dan ( var 10 ) untuk merujuk nama variabel assembler
- Bentuk kesebelas ( var 11 ) yang menginisialisasi var 11 adalah integer dengan nilai sebesar 1.

- Contoh :

Mendeklarasikan tipe data pointer.

Program deklarasi_variabel;
uses crt;
var x,y,z:integer;
begin
         clrscr;
         x:=11;
         y:=2;
         z:=x mod y;
      writeln('sisa hasil bagi',x,' dan ',y;'=',z);
      readln ();
end.

G. Konstanta
        Konstanta merupakan nilai peubah layaknya variabel yang memiliki yang memiliki nilai data yang bersifat tetap. Besaran nilai konstanta ditetapkan ketika pertama kali dideklarasikan. ada 2 deklarasi jenis konstanta :

1. Konstanta tidak bertipe data
    Const

Const_nama = value;

- Contoh : 

Mendeklarasikan konstanta tanpa tipe data

Program deklarasi_const_tak_bertipe;
uses_crt;
const
         x='namaku adalah andi novianto';
         y=2;
      skul='SMK Negeri';
      kota='Surakarta';
      Prov='Jawa Tengah';
begin
      clrscr;
      writeln(x);
      writeln(skul),' ',y,' ',kota);
      writeln(prop);
      readln();
end

2. Konstanta dengan tipe data

    Const

Const_nama:type data=value;

Contoh : 

Mendeklarasikan konstanta dengan tipedata

Program cth_const_tipe;
uses crt;
const
        phi :real=3.14;
        r :=2;
        hasil :real =2*10.2;
var luas: real;
begin
         clrscr;
         luas:=phi*r*r;
         writeln (luas);
         writeln (hasil);
         readln ();
end.

Keterangan :

- Integer berguna untuk membulatkan angka pecahan menjadi sebuah bilangin positif
- LN ( Logaritma Natural ) berfungsi untuk menghasilkan nilai algoritma dari sebuah bilangan
- SIN ( SINUS ) berfungsi untuk menghitung nilai sinus dari sebuah bilangan yang biasanya digunakan untuk menghitung sudut tertentu dari 10 derajat - 360 derajat pada operasi matematika
- SQR ( Square ) berfungsi untuk melakukan perhitungan kuadrat ( pangkat 2 ) dari sebuah bilangan
- SQRT ( Square root ) berfungsi untuk mencari perhitungan akar kuadrat dari sebuah bilangan
- PRED berfungsi untuk menghasilkan nilai yang lebih kecil dari perintah pada tipe data Numerik
- FRAC berfungsi untuk menghasilkan nilai mutlak dari sebuah bilangan negatif
- ABS ( Absolute ) berfungsi untuk menghasilkan nilai mutlak dari sebuah bilangan negatif
Operator BLI → Digunakan untuk melakukan manipulasi bit pada bilangan data byte & word
   Operator Bitwipe → ( aljabar ) : Pascal AND, CR, SHRAN, SHI ( Jenis )
   Operator String ( karakter ) ~max = 255 char.

    → Procedur standar : - Delete : Menghapus substring ( String x,n )
                                          - Insert : Menyisipkan substring
                                          - STR : mengubah bentuk numerik menjadi nilai string
                                          - VAR : Mengubah nilai suatu argumen string menjadi numerik

   →  Fungsi Standar : - Concat : Menggabungkan 2 string / secara berurutan ( ban dung ) :
                                       - Copy : Menyalin substring pada string
                                       - Pos : mencari posisi bagian dari substring ( integer )
                                       - Lenght : memberikan nilai pada suatu string ( max 14 char )

   → Bahasa turbo pascal merupakan bahasa terstuktur

Seperti itu pembahasan mengenai penjelasan dari jenis tipe data dalam pemograman pascal Jika kalian ( Pembaca ) ada yang kurang paham / mempunyai pendapat yang berbeda dalam mengenai pemahaman dari , Silahkan masukkan komentar dibawah ini mengenai pengertian diatas. "Hatur Nuhun".

Struktur Kontrol Percabangan Bahasa Pemograman Pascal

( Contoh Struktur Kontrol Percabangan Pada Bahasa Pemograman Pascal dan Soal beserta Jawabannnya )

 - Di dalam sebuah algoritma, selain struktur perulangan, ada juga jenis - jenis struktur lainnya, yakni "struktur kontrol percabangan", dan struktur ini memberikan penjelasan mengenai kondisi dan pernyataan dalam sebuah proses mengerjakan suatu aksi pendeklarasian.

Berikut ini artikel yang tertampil mengenai "struktur kontrol percabangan", dan dibawah pengertian ini terdapat soal beserta jawabannya.

1.) Percabangan 1 kondisi ( if_then)
   
     Pada percabangan ini hanya terdapat 1 kondisi dan 1 pernyataan, jika kondisi benar maka pernyataan diproses, selain itu pernyataan akan diabaikan.

- Contoh :

uses crt;
var nilai integer;
begin
clrscr ;
write ('masukan nilai anda :');read'n(nilai);
if nilai>=70 then
write('lulus')
readln;
end.

2.) Percabangan 2 kondisi (if..then else)

     Pada percabangan ini memiliki 1 kondisi dan 2 pernyataan, jika kondisi bernilai benar maka pernyataan 1 yang dikerjakan jika kondisi salah pernyataan akan dikerjakan 2.

- Contoh : 

uses crt;
var nilai :integer;
begin
clrscr;
write('masukkan nilai anda:');readln(nilai);
if nilai>=70then
write('lulus')
else
write('tidak lulus');
readln;
end.

3.) Lebih dari 2 kondisi (if_then_else..if..then..else)

     Program akan menyeleksi kondisi pertama, jika kondisi benar maka pernyataan pertama akan dibenarkan, jika salah pernyataan kedua akan dikerjakan, jika kondisi kedua tidak ditemukan, maka kondisi tiga akan dikerjakan.

- Contoh :

"Program menentukan jenis kelamin"

uses crt;
var jk:char;
begin
clrscr;
writeln('masukan nilai dengan huruf kapital');
write('masukan jenis kelamin L/P:');readln(jk);
if(jk='L')then
write('laki-laki')
else
if(jk='P')then
write('perempuan')
else
write('maaf nilai yang anda masukan salah');
readln;
end.

Soal Pilihan Ganda ( PG ) :

1. Tipe data dari nilai hari dan masuk adalah ...
    a. Integer
    b. String
    c. Karakter
    d. Real
    e. Char

2. Dibawah ini yang bukan termasuk operasi logika adalah ...
    a. Operasi AND
    b. Operasi OR
    c. Operasi X NAND
    d. Operasi X NOR
    e. Operasi NAND

3. Tipe data sederhana terdiri dari, kecuali :
    a. String
    b. Karakter
    c. Integer
    d. Aritmatika
    e. Real

4. Pembuatan algoritma dengan notasi kode yang tidak sebenarnya disebut ...
    a. Flowchart
    b. Pseudocode
    c. Bahasa alami
    d. Natural language
    e. Bagan alir dokumen

5. ( x > 7 ) OR ( x = y ), X=5 dan Y=5. Output dari ekspresi tersebut adalah ...
    a. False & True
    b. True
    c. False
    d. True & True
    e. Not false

6. Operasi logika adalah ...
    a. Operator yang digunakan untuk mengkombinasikan hasil ekspresi yang mengandung operasi relasional
    b. Operator yang membandingkan dua operan dan hasilnya berupa nilai boolean
    c. Operator yang penulisannya dilambangkan dengan ++ dan - -
    d. Operator yang digunakan memasukan nilai kedalam sebuah variabel
    e. Operator yang membentuk perhitungan

7. Z = 203 Y=200, X ← Z mod (sisa) Y. nilai x adalah ...
    a. 1
    b. 5
    c. 3
    d. 6
    e. 9

8. Himpunan nilai yang dapat dimiliki oleh sebuah data, disebut ...
    a. Tipe data
    b. Nilai data
    c. Basis data
    d. Input data
    e. Proses data

9. Metode penulisan algoritma dibagi menjadi ...
    a. 5
    b. 3
    c. 7
    d. 4
    e. 9

10. Algoritma 
      Hari ← 100
      Masuk ← 80
      Absen ← ( masuk / hari )*100
      If  ( Absen  > 80 )AND
      ( Absen = 80 ) then
      Status ← ' A '
      Else if ( Absen < 80 ) then
      Status ← ' C '
      End if
      Write ( status ).
- Output dari algoritma diatas adalah ...
     a. A 
     b. C
     c. Error
     d. Tidak terjadi proses aksi pada logika percabangan karena bernilai false semua
     e. D

11. Formulasi sebuah algortima ...
      a. Program
      b. Pemograman
      c. Bahasa pemograman
      d. Assembly
      e. Flowchart

12. Skema penulisan algoritma dengan menggunakan simbol - simbol khusus disebut ...
       a. Flowchart
       b. Pseudocode
       c. Bahasa alami
       d. Natural language
       e. Bagan alir dokumen

13. Struktur dasar algoritma dibagi menjadi ...
      a. 5
      b. 3
      c. 7
      d. 4
      e. 2
  
14. Tipe data yang merupakan gabungan dari beberapa karakter, disebut ... 
      a. Integer
      b. Real
      c. String
      d. Logika
      e. Karakter

15. Model penulisan & perancangan menggunakan simbol bangun ruang dalam mempersentasikan proses program adalah ...
      a. Flowchart
      b. Pseudocode
      c. Bahasa alami
      d. Natural language
      e. Bahasa narasi
      
Soal Essay :

1. Jelaskan menurut anda perbedaan ordinal type dengan real type ?
2. Jelaskan dan berikan tipe data enumerasi ?
3. Sebutkan jenis tipe data yang termasuk tipe data char ?
4. Jelaskan 2 jenis penggunaan tipe data dalam compiler free pascal ?
5. Jelaskan cara penulisan pendeklarasian tipe data ?


Jawaban :

1.  Ordinal Type merupakan dukungan terhadap pengurutan data yang memiliki data bernilai kecil
dan bernilai besar, sedangkan

     Real Type  merupakan tipe real mendukung penulisan bilangan pecahan / penulisan angka dibelakang digit yang disebut Floating Point.

2. Tipe data enumerasi menggambarkan nilai data secara berurutan dari derecth elemen menjadi sebuah daftar identifier menggunakan penomoran indeks elemen mulai dari 0,7 dan seterusnya,

3. Ord, Succ, Pred, Inc, Dec, dan Chr.

4. - Tipe data yang sudah terintegarasi atau boilt -in dalam compiler yang artinya tipe data tersebut tidak memerlukan pendeklarasian terlebih dahulu sebelum menggunakannya.

   - Tipe data yang harus dideklarasikan terlebih dahulu sebelum memanggilnya dalam badan program atau disebut ( Userdefined Type ).

5. - Kode yang dibuat dalam freepascal dapat diintegrasikan dengan bahasa assembler dan diterjemahkan Delphi.

"Var identifier : (identifier_1,identifier_2,identifier_n);"

- Contoh : 

Var x : integer;;

Seperti itu pembahasan mengenai penjelasan dari Contoh Struktur Kontrol Percabangan Pada Bahasa Pemograman Pascal Jika kalian ( Pembaca ) ada yang kurang paham / mempunyai pendapat yang berbeda dalam mengenai pemahaman dari , Silahkan masukkan komentar dibawah ini mengenai pengertian diatas. "Hatur Nuhun".

Struktur Perulangan For Do, While Do dan Repeat Until

Contoh Struktur Perulangan For Do, While Do, Repeat Until Pada Bahasa Pemograman Pascal )

 - Dalam sebuah pendeklarasian code dari bahasa pemograman ( pascal ), pasti tentunya kalian mengenal yang namanya "jenis - jenis macam perulangan", dan struktur perulangan itu penting dalam mengerjakan sebuah aksi dalam pada saat kalian mengoding, akan tetapi kalian pun pasti ada beberapa yang belum paham dari maksud tujuan tersebut. maka dari itu kami akan memberikan pengertian tentang "struktur logika perulangan for..do, while..do, repeat..until. 

Untuk kalian yang ingin tahu dan lebih mengerti secara mendalam. Berikut ini adalah struktur perulangan beserta pengertian dibawah ini.

1.) Struktur logika perulangan 

Struktur logika perulangan dengan For..Do :
➦ Kontruksi Perintah "For..Do" merupakan bentuk Unconditional Looping yang telah menetapkan jumlah perulangan sebelum perulangan tersebut dilakukan.

Struktur logika perulangan dengan While..Do :

➥ Pernyataan perulangan "While..Do" akan selalu melihat kondisi perulangan apakah sudah terpenuhi atau tidak. jika kondisi terpenuhi ( Bernilai True ), akan mengerjakan aksi.

Struktur logika perulangan dengan Repeat..Until :

➥ Perulangan "Repeat..Until" akan selalu mengerjakan sebuah aksi tanpa memperdulikan kondisi bernilai True atau False, perulangan dengan "Repeat..Until" akan berhenti mengerjakan aksi didalam badan Looping ketika kondisi bernilai True.

2.) Struktur Perulangan :

→ Ekpresi kondisi :

       Sebuah kondisi yang memiliki nilai data boolean ( True / False ) sebagai syarat mutlak dilakukannya sebuah proses ekpresi terletak diawal perulangan & diakhir.

→ Body Perulangan :
         
       Bagian body perulangan merupakan bagian dimana proses kerja program terjadi & akan diulang hingga mencapai kondisi.


a.) Pernyataan nilai awal, ( Ekspresi kondisi syarat jalan proses )
b.) Perintah untuk melakukan proses perulangan, ( For, EWhile, & Repeat )
c.) Pernyataan Terminasi, ( Pernyataan mengubah nilai awal → Baru )


➥      Pernyataan nilai awal        < Perintah Perulangan >                    Aksi ...         Terminasi Nilai Awal < Akhir Perintah Perulangan >


Ada 2 jenis perulangan :

Unconditional Looping : Perulangan yang tidak menyatakan kondisi tertentu
                                              Contoh : For Do.

Conditional Looping     : Perulangan dengan adanya syarat sebuah kondisi yang harus terpenuhi.
                                              Contoh : While & Repeat. 

Procedure : Modul program yang secara khusus mengerjakan bagian tertentu dalam program utama.

Header : Pendeklarasian procedure, kemudian diikuti dengan nama procedure & parameter yang digunakan.

Parameter : Nama perubah yang menyertai deklarasi lama procedure pada bagian header & digunakan sebagai nilai input dari badan program utama kedalam badan program procedure.

Parameter dibagi menjadi 2, yakni :

- Parameter formal : Sebuah parameter yang dideklarasikan dalam header procedur.
- Parameter aktual : Parameter yang dipakai dalam pemanggilan fungsi.

Seperti itu pembahasan mengenai penjelasan dari Struktur Perulangan For Do, While Do dan Repeat UntilJika kalian ( Pembaca ) ada yang kurang paham / mempunyai pendapat yang berbeda dalam mengenai pemahaman dari Silahkan masukkan komentar dibawah ini mengenai pengertian diatas. "Hatur Nuhun".

Pengertian Flowchart dan struktur algoritma dengan flowchart


 - Dalam untuk membuat sebuah proses, bagan, serta struktur yang jelas, tentu flowchat lah yang dapat membantu anda dalam menyelesaikan proses - proses tersebut. didalam flowchart itu sendiri terdapat bagan - bagan alir proses serta fungsi dari simbol tersebut, kalau didalam sebuah algoritma, flowchart itu sangat penting dan perlu untuk dipahami apalagi dalam sebuah pemograman.

Di artikel ini terdapat pembahasan mengenai definisi serta struktur dan diberikan sebuah penjelasan mengenai bagan alir flowchart serta pengertian Flowchart dan struktur algoritma dengan flowchart.

1. Definisi flowchart :

➟ Flow = Urutan / Proses.

Chart = Bagan, Diagram, Simbol, urutan proses algoritma dengan simbol- simbol flowchart.





Struktur algoritma dengan flowchart :

Algoritma pada awalnya dimodelkan dengan bentuk bangunan ruang oleh para ilmuwan ketika komputer mulai berkembang. model penulisan algoritma ini disebut disebut sebagai bagan alir atau flowchart. bagan alir ( Flowchart ) merupakan bagan ( Chart ) yang menunjukan aliran atau runtutan data dan proses ( Flow ) yang terjadi dalam program secara logika. Gaya perancangan algoritma dengan flowchart lebih dimengerti karena memiliki standar penggunaan yang sama.

➤ Hal ini disebabkan algoritma juga digunakan sebagai media berkomunikasi dan dokumentasi. Pedoman yang harus diikuti oleh perancang algoritma ketika menggunakan metode ini adalah sebagai berikut :

1.) Peletakan simbol bagan alir ( Flowchart ) sebaiknya dimulai dari atas kebawah dan dimulai dari sebelah kiri suatu halaman.

2.) Kegiatan didalam simbol bagan alir ( Flowchart ) harus ditunjukkan dengan jelas dengan nama kegiatan yang jelas.

3.) Harus dimulai dengan simbol start ( Awal ) dan diakhiri dengan simbol akhir end ( Akhir ).

4.) Setiap kegiatan harus memiliki input dan menghasilkan ouput.

5.) Penjelasan dalam simbol Flowchart sebaiknya menggunakan kata kerja, Misalnya :


     - "Entry Data Siswa"

     - "Hitung A + B".
     - "Membuat telur dadar"
     - "Memasak mie rebus" , Dsb.



2. Pengertian Interpreter & Compiler :

➤ Interpreter : Kode program akan diterjemahkan baris demi baris hingga akhir baris program

➤ Compiler : Program sistem yang digunakan sebagai alat bantu dalam pemograman.


3. Cara kerja Interpreter and Compiler :

Program sistem akan menterjemahkan kode pemograman bahasa seperti : ( C++, VB, Java dsb ) kedalam bahasa tingkat rendah ( bahasa mesin ) yang dimengerti oleh komputer.

Seperti itu pembahasan mengenai pengertian dari flowchart, Jika kalian ( Pembaca ) ada yang kurang paham / mempunyai pendapat yang berbeda dalam mengenai pemahaman dari , Silahkan masukkan komentar dibawah ini mengenai pengertian diatas. "Hatur Nuhun".

Pengertian Bahasa Pemograman : Karakteristik, tingkatan dan tujuannya

Pengertian Bahasa Pemograman dan Karakteristik Bahasa Pemograman beserta tingkatannya dan tujuannya )

 - Sebagai programmer tentu banyak yang harus anda ketahui tentang seluk beluk dari arti pemograman, karakteristik, jenis - jenis bahasa pemograman, tujuan dan fungsi, pengertiannya, dan masih banyak yang lainnya. mengapa demikian ? karena jika kalian ingin menjadi seorang programmer harus menguasai dan memahami pemograman tersebut. dan di artikel ini kami memberikan beberapa informasi mengenai tentang pemograman tersebut. dan para kalian yang ingin tahu silahkan kalian baca dan kalian pahami.

Nah agar anda dapat untuk mengenalinya lebih jauh, berikut ini adalah tentang Pengertian Bahasa Pemograman : Karakteristik, tingkatan dan tujuannya yang tertampil.



1. Karakteristik Bahasa Pemograman 

→ Bahasa pemograman memiliki beberapa karakteristik, yakni :

      1.) Memiliki tata bahasa dengan aturan khusus dalam pendeklarasiannya
      2.) Memiliki interrupt library untuk menterjemahkan perintah yang diinputkan
      3.) Menggunakan Interpreter / Compiler untuk menterjemahkan sinteks pemograman kedalam bahasa mesin.

→ Bahasa pemograman untuk tujuan umum ( Aplikasi yang bersifat general umum )

     ➤ C++, Visual basic, pascal, java, delphi, dsb.

→ Bahasa pemograman untuk tujuan khusus ( Untuk keperluan tertentu )

     ➤ COBOL ( Bisnis & Administrasi )
          FORTRAN ( Komunikasi ilmiah )
          ASSEMBLER ( Pengontrolan Hardware )
          Prolog ( Artifial Intelegence ) ~ Kecerdasan buatan.

Low level language (  Bahasa tingkat rendah ) :

➤ Bahasa yang dimengerti oleh mesin berupa bilangan 0 dan 1 atau on off. Bahasa ini langsung dieksekusi mesin ketika diintruksikan pengguna kepada mesin tanpa translator.

Contoh : Assembler & Bahasa rakitan ( 0 & 1 ).

High level language ( Bahasa tingkat tinggi ( Compiler / Interpreter ) :

➤ Bahasa yang dirancang mendekati bahasa manusia, pada bahasa ini membutuhkan compiler / interpreter untuk mentranslasikannya kedalam bahasa mesin.

Contoh : Visual basic, C++, Fortran, Java, Pascal, Delphi.


2. Jenis - jenis bahasa pemograman beserta fungsinya

➤ Jenis2 Bahasa Pemograman :

1.) Cobol
2.) Fortran
3.) C ➜  Ingin tahu lebih lanjut tentang cara pendeklarasian bahasa C ? Silahkan kunjungi tautan berikut ini:
4.) Basic
5.) Java
6.) Pascal


1. ( Cobol ) : Memiliki kepanjangan "Common Business Oriented Language". Bahasa ini memiliki keahlian khusus untuk membuat desain aplikasi dibidang bisnis / administrasi

2. ( Fortran ) : Memiliki kepanjangan "Formula Translation" yang dibuat oleh John back us diIDM pada tahun 1956. Bahasa ini digunakan untuk mendesain aplikasi dalam bidang sains, iptek, matematila dan teknik.

3. ( ) : Adalah merupakan induk besar bahasa yang berkembang pada saat ini. Bahasa ini diciptakan oleh : BRYAN W. Kenighan dan Dennis M.Ritchie pada tahun 1972.

4. ( Basic ) : Memiliki kepanjangan "Beginner All purpose simbolic intruction code" mulai dikembangkan oleh : Jhon kemeny & Thomas kurtzz pada tahun 1965.

5. ( Java ) : Ialah salah satu jenis bahasa yang sudah mendukung pemograman orientasi objek. Bahasa ini dikembangkan pada tahun 1955 oleh : Sun microsystem.

6. ( Pascal ) : Yaitu salah satu jenis bahasa tingkat tinggi yang dirancang oleh : Profesor niklaus wirth dari Universitas teknik zurich. Nama pascal diambil oleh : Blaisc Pascal seorang ahli matematika dari perancis.

Pascal memiliki struktur / sintaks kode pemograman yang sederhana sehingga sangat mudah untuk dipahami dan dibuat dalam aplikasi.


3. Re - generasi tingkatan bahasa pemograman

1. Generasi First generation language ( 1 GL )
→ Code2 Mesin untuk microprossesor

2. Generasi Second generation language ( 1 GL )
→ Assembly Language ( Memonic )

3. Generasi Third generation language ( 1 GL )
→ Fortran, Cobol, Alboc, Basic, C, C++, Pascal, Java

4. Generasi Fourth generation language ( 1 GL )
→ Pemograman umun, Data flex, Windows, Power Builder
→ Basis Data, SQL, Progress, 4GL
→ Manipulasi data, Analis data pelaporan : ABNP, MATLABI, PL, SQL

5. Generasi Fiveth generation language ( 1 GL )
→ Donstraint Programming / Deciarative – Programming
→ Prolog, LISP, Mercury


 Klasifikasi Menurut Tingkatan :  High Level
                                   Med Level
                                   Low Level

4. Pengertian Program, Bahasa Program, Pemograman, Bahasa Pemograman

Apa si Bedanya dari pengertian tersebut ...?



A. Program adalah formulasi sebuah algoritma dlm bentuk Bahasa pemograman, sehingga siap untuk dijalankan pada mesin computer

B. Bahasa Program yaitu merujuk pada intruksi2 ( Sintaks ) yang digunakan untuk membuat suatu program

C. Pemograman suatu istilah yang merujuk pada aktivitas yang berkaitan dengan pembuatan program

D. Bahasa Pemograman adalah Bahasa buatan yang digunakan untuk mengendalikan perilaku dari sebuah Bahasa mesin computer, sehingga dapat digunakan untuk computer tentang apa yang harus dilakukan.


Seperti itu pembahasan mengenai penjelasan dari pengertian bahasa pemograman : Karakteristik, tingkatan dan tujuannya, Jika kalian ( Pembaca ) ada yang kurang paham / mempunyai pendapat yang berbeda dalam mengenai pemahaman dari Silahkan masukkan komentar dibawah ini mengenai pengertian diatas. "Hatur Nuhun".